Pages - Menu

Kamis, 13 Maret 2014

Kisah Bule Masuk Islam

Untuk postingan kali ini, saya memposting kisah-kisah para bule yang menjadi mualaf. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk mempertebal keimanan. Amin...

1. Seorang Pemadat Belajar Islam Saat Nge “Fly”
Seorang pria asal Kanada sejak berumur sebelas tahun serius membandingkan agama yang ada karena dia tidak puas dengan agama asalnya, yaitu kristen. Semua agama ia pertanyakan kecuali Islam karena menurutnya Islam merupakan agama para teroris sebagaimana yang selama ini dikesankan oleh media Barat pada umumnya.
Namun sebelum pencariannya menemukan titik temu, orang tuannya harus bercerai. Ayahnya meninggalkan ia dan ibunya, sementara ibunya terjerembab ke dalam lubang hitam narkoba. Begitupun dengan dia. Awalnya dia hanya sebagai pengguna tapi tak lama kemudian dia menjadi salah seorang pemimpin jaringan narkoba papan atas di Kanada.
Saat dia berada di puncak karirnya, dia tertangkap oleh Polisi dan sempat ditahan selama 4 tahun.
Setelah keluar dari penjara, ia pergi ke tempat favoritnya yaitu pangkalan para pemadat. Saat sedang sakau, dia duduk disebelah seorang muslim yang berasal dari Maroko. Lalu ia menanyakan tentang islam kepadanya dan pemuda Maroko itu menjawab sebatas pengetahuannya. Sehingga setelah pemuda Maroko itu sudah habis pengetahuannya tentang islam, datang pemuda kedua yang berasal dari Aljazair. Maka pembicaraan tentang islam itu beralih dengan pemuda asal Aljazair itu sebagai narasumbernya.
Dan berawal dari perbincangan di pangkalan para pemadat itu, akhirnya pemuda tersebut mendapat hidayah iman dan islam, dia menjadi seorang muallaf dengan mengikrarkan dua kalimat syahadat.   
Sumber : Era Muslim
2. Bocah Amerika Masuk Islam Karena Membaca Buku
Seorang bocah Amerika yang bernama Alexander Pertz lahir pada tahun 1990 dari kedua orang tua kristen. Dari kecil, ibunya memberi kebebasan kepadanya untuk memilih agamanya sendiri. Saat Alexander sudah bisa membaca dan menulis, ibunya memberikannya buku-buku agama dari semua agama. Setelah membaca buku-buku itu secara mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim, padahal dia belum pernah bertemu dengan muslim seorangpun.
Saat dia ditanya mengapa dia memilih islam bukannya agama lain, ia menjawab ” Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentang Islam, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku pada Islam.”
Sebagai bukti cintanya kepada islam, dia sudah mempelajari sholat, mengerti banyak hukum-hukum syar’i, belajar sejarah islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar azan. Selain itu, dia mengganti namanya menjadi Muhammad Abdullah dengan tujuan mendapat keberkahan dari Rasulullah SAW.
Anak itu memiliki banyak cita-cita, diantaranya yaitu ingin pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan mencium hajar aswad. Selain itu, dia juga bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin, ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al-Quran.
3. Mathew, Jadi Muslim Setelah Diajak ke Masjid
Mathew adalah seorang warga Perancis, ia sudah tidak asing lagi dengan islam karena dia tiggal di lingkungan imigran yang kebanyakan muslim. Dia merupakan seseorang yang bergaul tanpa melihat perbedaan warna kulit dan latar belakang agama.
Pada suatu hari, dia sedang bermain sepakbola bersama temannya. Tiba-tiba datang sekumpulan muslim sehingga ia memutuskan untuk menghentikan permainnya. Pada saat itu, kelompok itu membicarakan tentang islam dan mengundang Mathew untuk datang ke mesjid dan mempelajari tentang islam.
Mathew akhirnya mendatangi undangan kelompok itu dan setelah ia mendengarkan penjelasan tentang islam dia tertarik dengan cara muslim berkomunikasi dengan tuhannya. Dari situ, Mathew mulai tertarik dengan islam dan mulai mencari informasi lebih dalam lagi. Dia mendapat informasi tentang shalat, puasa, zakat dan lain-lain. Selain itu dia juga menganggap bahwa islam adalah agama yang cocok untuknya karena islam mengajarinya bagaimana menghormati orang, belajar dan hidup teratur. Alhamdulillah Mathew akhirnya memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Selain itu, keluarganya juga tidak keberatan dengan keputusannya untuk masuk islam. Menurut mereka, lebih baik anaknya menghabiskan waktu di mesjid daripada di jalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar